JEMBRANA – SMP Negeri 1 Negara resmi menggelar rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah untuk Tahun Pelajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7). Mengusung konsep “MPLS Ramah“, kegiatan tahunan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi adaptasi murid baru kelas VII dalam suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta sepenuhnya bebas dari segala bentuk perpeloncoan dan kekerasan.
Pelaksanaan MPLS Ramah tahun ini merujuk secara ketat pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) , Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026: Mengatur penyelenggaraan MPLS secara nasional agar bersifat edukatif, efektif, dan ramah anak. serta panduan resmi pelaksanaan MPLS Ramah tingkat SMP Tahun 2026. Guna menjamin efektivitas pendampingan, keselamatan, serta kenyamanan psikologis murid baru kelas VII, pelaksanaan kegiatan di SMPN 1 Negara dibagi secara terstruktur ke dalam 10 gugus dengan pengawasan langsung dari panitia dan guru pendamping.
Pembukaan Khidmat dan Penegakan Komitmen Bebas Perpeloncoan
Rangkaian hari pertama, Senin (13/7), dibuka dengan Gerakan Salam dan Sapa sejak pukul 06.20 WITA. Seluruh jajaran pendidik menyambut kedatangan murid b
aru khususnya di pintu gerbang sekolah dengan senyuman, sapaan ramah, dan jabat tangan. Tradisi penyambutan ini dihadirkan untuk mengikis kecemasan murid baru sekaligus mengokohkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif sejak hari pertama. Upacara pembukaan dilanjutkan dengan dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 1 Negara, I Ketut Tastra, S.Pd., M.Pd., yang secara simbolis menyematkan kartu tanda peserta kepada perwakilan murid baru.Â
  

Acara pembukaan semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap implementasi MPLS bebas kekerasan. Dalam arahannya di hadapan seluruh peserta, Bupati Jembrana menekankan pentin
gnya menjaga iklim sekolah agar tetap kondusif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter positif.
“Masa pengenalan sekolah harus menjadi pengalaman yang berkesan, membangun rasa aman, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan minat belajar. Seluruh rangkaian MPLS wajib dilaksanakan secara gembira dan edukatif tanpa ada praktik perpeloncoan, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya,” tegas Bupati Jembrana.
Setelah upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi Wawasan Wiyata Mandala guna mengenalkan visi-misi SMP Negeri 1 Negara, pengenalan seluruh warga sekolah dan fasilitaspendukung, serta penyampaian materi Aku Anak Indonesia di masing-masing gugus. Kebersamaan hari pertama ditutup dengan latihan menyanyikan Mars Spentura, Jingle Spentura, dan Lagu Rukun Sama Teman.
Penguatan Nilai Spiritual, Kesehatan Fisik, dan Etika Digital
Memasuki hari kedua, Selasa (14/7), dibuka dengan Gerakan Salam dan Sapa sejak pukul 06.20 WITA. Seluruh jajaran pendidik menyambut kedatangan murid baru khususnya di pintu gerbang sekolah dengan senyuman, sapaan ramah, dan jabat tangan. kegiatan selanjutnya yakni persembahyangan bersama seluruh warga sekolah yang bertepatan dengan Hari Tilem. Pembiasaan nilai-nilai spiritual ini menjadi pilar utama sekolah dalam menanamkan karakter keimanan dan ketaqwaan sejak awal jenjang SMP. Pada sesi penguatan ka
rakter, Kepala Sekolah menyosialisasikan program kepedulian sosial “Spentura Mepunia Seikhlasnya”. Program kebaikan ini diselenggarakan rutin setiap Hari Tilem dan Purnama sebagai wujud nyata implementasi ajaran Tri Hita Karana, guna melatih kepedulian, rasa empati, dan semangat gotong royong antar sesama murid.

Tidak hanya kesehatan mental dan spiritual, kesehatan fisik murid baru juga menjadi perhatian utama melalui pelaksanaan Asesmen Kebugaran—yang mencakup pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan denyut jantung, serta tes fleksibilitas—yang diselingi edukasi mengenai pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi. Sementara pada sesi siang, murid dibekali pembelajaran Literasi Digital yang interaktif. Pembekalan ini mencakup etika bernavigasi di dunia maya, cara memilah berita hoaks, pencegahan cyberbullying, serta analisis studi kasus agar murid mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.


Kesiapsiagaan Bencana, Kurikulum, dan Pemetaan Potensi Diri
Pada hari ketiga, Rabu (15/7), SMPN 1 Negara menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana untuk memberikan materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemenuhan hak anak atas perlindungan dan keselamatan di lingkungan sekolah. Tim BPBD membekali murid dengan wawasan potensi bencana di daerah pesisir dan daratan, dilanjutkan simulasi evakuasi darurat mandiri secara tertib dan tanggap.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan kurikulum sekolah melalui motivasi dan strategi belajar efektif di tingkat SMP. Sebagai penutup hari ketiga, dilaksanakan Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid serta Asesmen Bakat dan Minat. Data awal dari asesmen ini akan menjadi pijakan bagi guru bimbingan konseling dan wali kelas dalam memberikan pendampingan belajar yang terpersonalisasi sesuai dengan karakteristik dan bakat unik masing-masing anak.

Harmoni Antar-Teman, Unjuk Karya, dan Evaluasi Akademik
Pagi hari kegiatan dibuka dengan Gerakan Salam dan Sapa sejak pukul 06.20 WITA. Seluruh jajaran pendidik menyambut kedatangan murid

 baru khususnya di pintu gerbang sekolah dengan senyuman, sapaan ramah, dan jabat tangan. Mengusung jargon “Bersahabat dan Tanpa Perundungan”, hari keempat, Kamis (16/7), diisi dengan materi penguatan karakter bertajuk Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai. Melalui sesi ini, murid baru diajak untuk membangun komunikasi yang inklusif, menghargai perbedaan latar belakang teman sekelas, serta berkomitmen saling mendukung selama menempuh pendidikan. Suasana semakin semarak saat memasuki sesi Unjuk Karya Murid dan Refleksi Kegiatan. Setiap perwakilan dari 10 gugus menampilkan berbagai kreativitas, seni, dan bakat di hadapan teman-temannya. Setelah pementasan karya, kegiatan dilanjutkan dengan Asesmen Literasi dan Numerasi untuk mengukur fondasi pemahaman akademik dasar murid sebelum memasuki masa pembelajaran reguler.
MPLS Ramah Usai, Semangat Baru Mengiringi Langkah Murid Spentura
Jumat (17/7/2026) – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Negara resmi ditutup. Penutupan kegiatan berlangsung diikuti oleh seluruh murid baru, dewan guru, tenaga kependidikan, serta panitia MPLS. Selama lima hari pelaksanaan, para murid telah mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar yang positif. Acara penutupan diawali dengan upacara penutupan MPLS yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMP Negeri 1 Negara, Ida Bagus Nyoman Ardika, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, narasumber, serta murid baru yang telah mengikuti seluruh rangkaian MPLS Ramah dengan penuh semangat, disiplin, dan antusias. Beliau juga mengajak seluruh murid untuk menjadikan pengalaman selama MPLS sebagai bekal awal dalam membangun karakter, menumbuhkan budaya positif, serta mempersiapkan diri mengikuti proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Negara. 
Rangkaian upacara penutupan semakin bermakna dengan pembacaan Deklarasi Anak Indonesia Hebat yang diikuti secara khidmat oleh seluruh murid baru. Deklarasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama untuk menjadi generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, gemar belajar, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Melalui deklarasi ini, diharapkan semangat yang telah dibangun selama MPLS Ramah dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Dengan berakhirnya rangkaian MPLS Ramah, seluruh murid baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Negara. Bekal pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai karakter yang diperoleh selama MPLS diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan murid yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, serta siap meraih prestasi di berbagai bidang.